{"id":1429,"date":"2015-06-04T18:39:00","date_gmt":"2015-06-04T18:39:00","guid":{"rendered":"https:\/\/perkumpulanidea.org\/?p=1429"},"modified":"2024-10-13T16:18:49","modified_gmt":"2024-10-13T16:18:49","slug":"implementasi-rku-k-umkm-magelang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/perkumpulanidea.org\/en\/2015\/06\/04\/implementasi-rku-k-umkm-magelang\/","title":{"rendered":"Implementation of the Magelang UMKM RKU-K"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Thursday, June 4, 2015, IDEA held a \u201cWorkshop on the Preparation of Multi-Party Roles and Commitments to Support the Implementation of the Regional Business Sustainability Plan (RKU \u2013 K) for MSMEs in Magelang Regency\u201d. The workshop was attended by 37 participants consisting of MSME actors; government; universities; banking; insurance companies and BUMN in Magelang and was held at the Artos Hotel Magelang from 09.00 \u2013 16.00 WIB. This activity is a series of activities to prepare the RKUK documents for two MSMEs (Slondok and Salak) which have been carried out together by IDEA \u2013 Oxfam and BPBD.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">This workshop was opened directly by Mr. Drs. Sujadi as the Head of BPBD Magelang Regency who said that Magelang Regency is a disaster laboratory because several disaster threats exist here, including floods, landslides, volcanic eruptions and tornadoes. Therefore, all stakeholders in Magelang must be disaster-responsive, including MSMEs. Learning from the Merapi eruption in 2010, until now MSMEs are still trying to recover from the impact of the disaster. Therefore, the preparation of this RKUK is important to realize disaster-resilient MSMEs. In addition, it is hoped that with this RKUK document in the future when a disaster occurs, stakeholders related to MSMEs will know the role of each party to take pre-disaster and post-disaster actions.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lukman Hakim, as the facilitator, also emphasized what was conveyed by Mr. Sujadi that with the conditions in Magelang, it is necessary to compile a role map and joint commitment of multi-stakeholders to realize resilient MSMEs. It was conveyed that the potential that is owned will not necessarily make MSMEs resilient to disasters, therefore a joint commitment is needed to contribute to the implementation of this Regional Business Sustainability Plan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">This was agreed by Agus, a Salak UMKM actor who said that learning from what they experienced when the Merapi eruption disaster took 2 years to recover from the impact of the disaster. Therefore, with the RKUK document that has been prepared by UMKM actors, it is hoped that it can provide an overview to relevant stakeholders to prepare policies and interventions during a disaster.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Armed with the experience of dealing with the 2010 Merapi eruption disaster, workshop participants are committed to implementing the RKUK document that has been prepared by compiling several steps, namely forming a joint team that will oversee the implementation of the RKUK. This joint team consists of elements of BPBD, Deperindagkop, UMM, Bappeda, UMKM Salak, UMKM Slondok and Bapas. BPBD agreed to facilitate the first meeting and become the driving force of this joint team. (TSW)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"http:\/\/perkumpulanidea.or.id\/author\/ideajogja\/\"><\/a><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kamis, 4 Juni 2015, IDEA menyelanggarakan \u201cWorkshop Penyusunan Peran dan Komitmen Multipihak Untuk Mendukung Implementasi Rencana Keberlanjutan Usaha Kawasan (RKU \u2013 K) UMKM Kabupaten Magelang\u201d. Workshop yang diikuti oleh 37 peserta yang terdiri dari pelaku UMKM; pemerintah; universitas; perbankan; perusahaan asuransi dan BUMN dilingkup Magelang ini diselenggarakan di Hotel Artos Magelang mulai dari jam 09.00 \u2013 16.00 Wib. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan penyusunan dokumen RKUK dua UMKM (Slondok dan Salak) yang telah dilakukan bersama oleh IDEA \u2013 Oxfam dan BPBD. Workshop ini dibuka langsung oleh Bapak Drs. Sujadi selaku Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang yang menyampaikan bahwa Kabupaten Magelang merupakan laboratorium bencana karena beberapa ancaman bencana ada disini, diantaranya banjir, longsor, erupsi gunung berapi dan angin putting beliung. Oleh karenanya, semua stakeholder yang ada di Magelang harus sudah tanggap bencana tidak terkecuali pelaku UMKM. Belajar dari kejadian erupsi Merapi tahun 2010, sampai saat ini pelaku UMKM masih terus berusaha untuk bangkit dari keterpurukan dampak bencana. Oleh karenanya, penyusunan RKUK ini menjadi penting untuk mewujudkan UMKM tangguh bencana. Selain itu, diharapkan dengan adanya dokumen RKUK ini kedepan ketika terjadi bencana stakeholder terkait dengan UMKM sudah mengetahui peran dari masing-masing pihak untuk melakukan tindakan pra \u2013 saat dan pasca bencana. Lukman Hakim, selaku fasilitator juga mempertegas apa yang disampaikan oleh Bapak Sujadi bahwa dengan kondisi yang ada di Magelang ini maka perlu disusun peta peran dan komitmen bersama multistakeholder untuk mewujudkan UMKM tangguh. Disampaikan bahwa potensi yang dimiliki tidak serta merta akan membuat UMKM menjadi tangguh bencana karenanya dibutuhkan komitmen bersama untuk berkontribusi dalam implementasi Rencana Keberlanjutan Usaha Kawasan ini. Hal ini diamini oleh Agus, pelaku UMKM Salak yang menyampaikan bahwa belajar dari yang mereka alami ketika bencana erupsi merapi butuh 2 tahun untuk bisa pulih dari dampak bencana. Karenanya dengan adanya dokumen RKUK yang telah disusun oleh pelaku UMKM diharapakan dapat memberikan gambaran kepada stakeholder terkait untuk menyusun kebijakan dan intervensi ketika bencana. Berbekal pengalaman menghadapi bencana erupsi merapi 2010, peserta workshop berkomitmen untuk menjalankan dokumen RKUK yang telah disusun dengan menyusun beberapa langkah yaitu membentuk tim bersama yang akan mengawal jalannya RKUK. Tim bersama ini terdiri dari unsur BPBD, Deperindagkop, UMM, Bappeda, UMKM Salak, UMKM Slondok dan Bapas. BPBD bersepakat untuk memfasilitasi pertemuan pertama dan menjadi motor penggerak tim bersama ini. &nbsp;(TSW)<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":1430,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"elementor_theme","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1429","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"amp_enabled":false,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/perkumpulanidea.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1429","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/perkumpulanidea.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/perkumpulanidea.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perkumpulanidea.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perkumpulanidea.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1429"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/perkumpulanidea.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1429\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1431,"href":"https:\/\/perkumpulanidea.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1429\/revisions\/1431"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perkumpulanidea.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1430"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/perkumpulanidea.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1429"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/perkumpulanidea.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1429"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/perkumpulanidea.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1429"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}