{"id":2036,"date":"2018-07-27T08:30:00","date_gmt":"2018-07-27T08:30:00","guid":{"rendered":"https:\/\/perkumpulanidea.org\/?p=2036"},"modified":"2024-10-13T16:12:51","modified_gmt":"2024-10-13T16:12:51","slug":"pertuni-gerkatin-bersama-sama-lakukan-review-aturan-organisasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/perkumpulanidea.org\/en\/2018\/07\/27\/pertuni-gerkatin-bersama-sama-lakukan-review-aturan-organisasi\/","title":{"rendered":"PERTUNI &amp; GERKATIN Jointly Conduct Organizational Regulation Review"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Yogyakarta, IDEA \u2013<\/strong>&nbsp;The Indonesian Blind Association (Pertuni) and the Indonesian Deaf Welfare Movement (Gerkatin) are the next targets of the Advocating for Change (AFC) program. Taking place in the hall of the Kadipaten sub-district, Kraton, Yogyakarta on Friday (27\/08), this activity is still related to the Review of Organizational Rules. Pertuni and Gerkatin are vulnerable group organizations that are also included in the assistance of IDEA Yogyakarta, Humanity and Inclusion and CIQAL in the AFC program.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">The Organizational Rules Review itself is one of a series of activities in the AFC Program. As the name of the program suggests, this activity is intended to increase the capacity (skills) of organizational members in advocating for the fulfillment of the rights of vulnerable groups. In addition to disabilities, vulnerable groups in this program also include female heads of households and the poor.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Romadhon, a blind person and administrator of Pertuni explained that his organization has been established since 1966 in Surakarta. In DIY, Pertuni is present in all districts\/cities up to the province. While at the national level, Pertuni is present in almost all provinces and is coordinated by the Central administrator.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">The basic obstacles often experienced by Pertuni members, according to their presentation in group discussions, are the many organizational administrators who are busy working outside and the difficulty of reaching transportation facilities when carrying out activities. They offered a solution so that the Pertuni organizational secretariat was made more accessible to public facilities, especially vehicles.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Also read:&nbsp;<a href=\"http:\/\/perkumpulanidea.or.id\/mitra-sejahtera-juga-laksanakan-review-aturan-organisasi-dan-materi-replikasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Mitra Sejahtera Also Conducts Review of Organizational Rules and Replication Materials<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meanwhile, Hastu, the Gerkatin administrator, when guided by Rezi, a sign language interpreter, explained that Gerkatin is an organization for deaf people with disabilities that was founded in 1988. Although younger than Pertuni, Gerkatin also has branch offices and administrators in almost all regions of Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">When asked to explain the obstacles in running the Gerkatin organization, Hastu said that in terms of organizational structure there were relatively no problems. However, according to him, the problem was related to program creation. The cause, continued Hastu, was due to the minimal role and human resources of the management and the lack of ability to compile organizational programs.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Also read:&nbsp;<a href=\"http:\/\/perkumpulanidea.or.id\/perdes-plembutan-tentang-partisipasi-kelompok-rentan-dalam-pembangunan-satu-satunya-di-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Perdes Plembutan Tentang Partisipasi Kelompok Rentan dalam Pembangunan, Satu-satunya di Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Next, tomorrow Saturday (28\/08), IDEA Yogyakarta together with Gerkatin and Pertuni will continue the Review by discussing the replication material.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Contributor\/Editor: AH<\/strong><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yogyakarta, IDEA \u2013&nbsp;Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) dan Gerakan Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) menjadi sasaran berikutnya dari program Advocating for Change (AFC). Bertempat di aula kelurahan kadipaten, Kraton, Yogyakarta Jum\u2019at (27\/08), kegiatan kali ini masih terkait dengan Review Aturan Organisasi. Pertuni dan Gerkatin merupakan organisasi kelompok rentan yang juga masuk dalam dampingan IDEA Yogyakarta, Humanity and Inclusion serta CIQAL dalam program AFC. Review Aturan Organisasi sendiri merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam Program AFC. Sebagaimana nama programnya, kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas (keterampilan) anggota organisasi dalam melakukan advokasi untuk pemenuhan hak-hak kelompok rentan. Selain disabilitas, kelompok rentan dalam program ini juga meliputi perempuan kepala rumah tangga dan warga miskin. Romadhon, penyandang disabilitas &nbsp;netra sekaligus pengurus dari Pertuni menjelaskan, bahwa organisasinya sudah berdiri sejak tahun 1966 di Surakarta. Di DIY, Pertuni ada di semua kabupaten\/kota hingga provinsi. Sementara di tingkat nasional, Pertuni hampir ada di semua Provinsi dan dikoordinir oleh pengurus Pusat. Hambatan mendasar yang sering dialami oleh para anggota Pertuni, menurut pemaparan mereka dalam diskusi kelompok ialah banyaknya para pengurus organisasi yang sibuk bekerja di luar dan sulitnya menjangkau sarana transportasi saat akan melakukan kegiatan. Mereka menawarkan solusi agar sekretariat organisasi Pertuni dibuat lebih menjangkau fasilitas umum, khususnya kendaraan. Baca juga:&nbsp;Mitra Sejahtera Juga Laksanakan Review Aturan Organisasi dan Materi Replikasi Sementara Hastu pengurus Gerkatin, saat diipandu Rezi, seorang penerjemah bahasa isyarat, menjelaskan bahwa Gerkatin merupakan organisasi penyandang disabilitas rungu yang berdiri pada tahun 1988. Meski lebih muda dari Pertuni, Gerkatin juga memiliki kantor cabang dan pengurus di hampir seluruh wilayah Indonesia. Saat diminta menjelaskan terkait hambatan dalam menjalankan keorganisasian Gerkatin, Hastu menuturkan bahwa secara struktur organisasi relatif tidak ada masalah. Namun, menurutnya, persoalan justru terkait dengan pembuatan program. Penyebabnya, lanjut Hastu ialah karena minimnya peran dan SDM pengurus serta belum adanya kemampuan untuk menyusun program organisasi. Baca juga:&nbsp;Perdes Plembutan Tentang Partisipasi Kelompok Rentan dalam Pembangunan, Satu-satunya di Indonesia Selanjutnya, besok Sabtu (28\/08), IDEA Yogyakarta besama-sama dengan Gerkatin dan Pertuni akan kembali melanjutkan Review dengan membahas materi replikasi. Kontributor\/Editor: AH<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":2037,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"elementor_theme","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[65],"tags":[],"class_list":["post-2036","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"amp_enabled":false,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/perkumpulanidea.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2036","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/perkumpulanidea.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/perkumpulanidea.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perkumpulanidea.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perkumpulanidea.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2036"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/perkumpulanidea.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2036\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2038,"href":"https:\/\/perkumpulanidea.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2036\/revisions\/2038"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perkumpulanidea.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2037"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/perkumpulanidea.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2036"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/perkumpulanidea.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2036"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/perkumpulanidea.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2036"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}