{"id":3068,"date":"2023-10-10T03:59:00","date_gmt":"2023-10-10T03:59:00","guid":{"rendered":"https:\/\/perkumpulanidea.org\/?p=3068"},"modified":"2026-09-17T04:06:36","modified_gmt":"2026-09-17T04:06:36","slug":"study_engaging-communities-in-a-just-transition-through-eiti-indonesia-implementation","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/perkumpulanidea.org\/en\/2023\/10\/10\/study_engaging-communities-in-a-just-transition-through-eiti-indonesia-implementation\/","title":{"rendered":"Engaging Communities In a Just Transition Through EITI Indonesia Implementation"},"content":{"rendered":"<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td>Studi \u201cEngaging Communities in a Just Transition through EITI Indonesia Implementation\u201d adalah scouping study dan penguatan partisipasi warga di sekitar tambang Nikel Morowali yang dilaksanakan PWYP Indonesia dan IDEA dengan dukungan Sekretariat Internasional EITI pada April 2022\u2013Mei 2023 di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, khususnya Desa Tiu dan Maralee. Proyek ini bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat dan CSO tentang dampak transisi energi terhadap sektor ekstraktif, terutama tambang nikel dan smelter, serta mendorong pemanfaatan data EITI untuk tata kelola sumber daya yang lebih adil. Temuan utamanya menunjukkan masyarakat hanya tahu nikel dipakai untuk baterai, tetapi tidak memahami regulasi tambang, izin, batas wilayah, volume produksi, anggaran desa, DBH, CSR, dan tanggung jawab lingkungan perusahaan. Akses informasi minim, partisipasi kebijakan terbatas, dan tidak ada forum multi-stakeholder lokal. Dampak lingkungan seperti pencemaran Danau Tiu, banjir, lumpur menutup lahan pertanian, dan kematian ikan mengancam mata pencaharian. Serapan kerja perempuan juga sangat rendah, misalnya di Desa Tiu hanya 3 dari 100 pekerja dan di Maralee 10 dari 125, umumnya di bidang administrasi.<br><br>Studi ini juga menemukan EITI belum dikenal di tingkat desa, sementara data dalam Laporan EITI Indonesia belum menjawab kebutuhan masyarakat, terutama soal produksi per perusahaan, izin, pendapatan lokal, lapangan kerja, CSR, dan dampak lingkungan. Meski demikian, ada antusiasme tinggi untuk membentuk EITI lokal, memperkuat jaringan CSO, dan mendorong forum multi-stakeholder. Rekomendasinya meliputi sosialisasi EITI ke daerah, pembentukan EITI lokal di Morowali Utara dan Sulawesi Tengah, penyediaan portal data dan laporan EITI yang mudah diakses, forum multi-stakeholder rutin, pendidikan energi terbarukan, serta keterbukaan CSR dan tanggung jawab lingkungan perusahaan. Pemerintah pusat, daerah, CSO, dan perusahaan didorong berkolaborasi agar transisi energi tidak memperparah ketidakadilan bagi masyarakat sekitar tambang.<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<div data-wp-interactive=\"core\/file\" class=\"wp-block-file\"><object data-wp-bind--hidden=\"!state.hasPdfPreview\" hidden class=\"wp-block-file__embed\" data=\"https:\/\/perkumpulanidea.org\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Scouping-Study_Engaging-Communities-In-a-Just-Transition-Through-EITI-Indonesia-Implementation.pdf\" type=\"application\/pdf\" style=\"width:100%;height:600px\" aria-label=\"Embed of Scouping Study_Engaging Communities In a Just Transition Through EITI Indonesia Implementation.\"><\/object><a id=\"wp-block-file--media-43f0199f-bf66-4f7b-baa6-85b27a89083c\" href=\"https:\/\/perkumpulanidea.org\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Scouping-Study_Engaging-Communities-In-a-Just-Transition-Through-EITI-Indonesia-Implementation.pdf\">Scouping Study_Engaging Communities In a Just Transition Through EITI Indonesia Implementation<\/a><a href=\"https:\/\/perkumpulanidea.org\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Scouping-Study_Engaging-Communities-In-a-Just-Transition-Through-EITI-Indonesia-Implementation.pdf\" class=\"wp-block-file__button wp-element-button\" download aria-describedby=\"wp-block-file--media-43f0199f-bf66-4f7b-baa6-85b27a89083c\">Download<\/a><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Studi \u201cEngaging Communities in a Just Transition through EITI Indonesia Implementation\u201d adalah scouping study dan penguatan partisipasi warga di sekitar tambang Nikel Morowali yang dilaksanakan PWYP Indonesia dan IDEA dengan dukungan Sekretariat Internasional EITI pada April 2022\u2013Mei 2023 di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, khususnya Desa Tiu dan Maralee. Proyek ini bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat dan CSO tentang dampak transisi energi terhadap sektor ekstraktif, terutama tambang nikel dan smelter, serta mendorong pemanfaatan data EITI untuk tata kelola sumber daya yang lebih adil. Temuan utamanya menunjukkan masyarakat hanya tahu nikel dipakai untuk baterai, tetapi tidak memahami regulasi tambang, izin, batas wilayah, volume produksi, anggaran desa, DBH, CSR, dan tanggung jawab lingkungan perusahaan. Akses informasi minim, partisipasi kebijakan terbatas, dan tidak ada forum multi-stakeholder lokal. Dampak lingkungan seperti pencemaran Danau Tiu, banjir, lumpur menutup lahan pertanian, dan kematian ikan mengancam mata pencaharian. Serapan kerja perempuan juga sangat rendah, misalnya di Desa Tiu hanya 3 dari 100 pekerja dan di Maralee 10 dari 125, umumnya di bidang administrasi. Studi ini juga menemukan EITI belum dikenal di tingkat desa, sementara data dalam Laporan EITI Indonesia belum menjawab kebutuhan masyarakat, terutama soal produksi per perusahaan, izin, pendapatan lokal, lapangan kerja, CSR, dan dampak lingkungan. Meski demikian, ada antusiasme tinggi untuk membentuk EITI lokal, memperkuat jaringan CSO, dan mendorong forum multi-stakeholder. Rekomendasinya meliputi sosialisasi EITI ke daerah, pembentukan EITI lokal di Morowali Utara dan Sulawesi Tengah, penyediaan portal data dan laporan EITI yang mudah diakses, forum multi-stakeholder rutin, pendidikan energi terbarukan, serta keterbukaan CSR dan tanggung jawab lingkungan perusahaan. Pemerintah pusat, daerah, CSO, dan perusahaan didorong berkolaborasi agar transisi energi tidak memperparah ketidakadilan bagi masyarakat sekitar tambang.<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":3070,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3068","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/perkumpulanidea.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3068","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/perkumpulanidea.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/perkumpulanidea.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perkumpulanidea.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perkumpulanidea.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3068"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/perkumpulanidea.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3068\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3072,"href":"https:\/\/perkumpulanidea.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3068\/revisions\/3072"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perkumpulanidea.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3070"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/perkumpulanidea.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3068"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/perkumpulanidea.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3068"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/perkumpulanidea.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3068"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}